Sabtu, 08 Mei 2010

jurnal metode camels

METODE CAMELS SEBAGAI ALAT ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BANK DKI SYARIAH”

ABSTRAKSI

Bank menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dasar beroperasinya adalah kepercayaan oleh karena itu Bank harus menunjukan kinerja yang baik untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Dalam pengerjaan Penulisan Ilmiah ini penelitian yang di lakukan oleh penulis adalah tingkat kesehatan bank dengan menghitung rasio pada tiap komponen metode CAMELS. Hal ini didasarkan pada Surat Edaran bank Indonesia no.30/2/UPPB tanggal 30 April 1997 yang mengatur tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Hasil penelitian CAMELS secara keseluruhan menunjukkan bahwa di tahun 2009 berpredikat sehat.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam menjalankan usahanya sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Sama seperti halnya perusahaan lainnya, kegiatan pihak perbankan secara sederhana dapat kita katakan sebagai tempat melayani segala kebutuhan para nasabahnya. Para nasabah datang silih berganti baik pembeli jasa maupun penjual jasa yang ditawarkan. Hal ini sesuai dengan kegiatan utama suatu bank yaitu membeli uang dari masyarakat (menghimpun dana) melalui simpanan dan kemudian menjual uang yang diperoleh dari penghimpunan dana dengan cara (menyalurkan dana) kepada masyarakat umum dalam bentuk kredit atau pinjaman.

Agar masyarakat tertarik untuk menyimpan uang di bank, faktor penting yang perlu diperhatikan selain penentuan harga yaitu bunga (bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional) dan bagi hasil (bagi bank berdasarkan prinsip syariah) yaitu menilai kondisi kesehatan suatu bank. Penilaian analisis laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan.

Untuk menilai tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa indicator dan salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4382) Bank wajib melakukan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan. Sehubungan dengan hal tersebut faktor-faktor penilaian tingkat kesehatan Bank mencakup penilaian terhadap faktor-faktor CAMELS yang terdiri dari:

1. Capital (Permodalan)
2. Asset Quality (Kualitas Aset)
3. Management (Manajemen)
4. Earnings (Rentabilitas)
5. Liquidity (Likuiditas)
6. Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap Risiko Pasar)

Selanjutnya hasil dari analisis CAMELS tersebut dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat.

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “METODE CAMELS SEBAGAI ALAT ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BANK DKI SYARIAH”

Rumusan dan Batasan Masalah

Masalah utama yang menjadi alasan dasar penelitian ini yaitu bagaimanakah tingkat kesehatan keuangan pada Bank DKI Syariah dengan menggunakan metode CAMELS.

Dan dalam masalah ini penulis membatasi masalah dengan ruang lingkup yang lebih sempit. Pembahasan dibatasi pada masalah penilaian kesehatan Bank DKI Syariah dengan menganalisis faktor CAMELS yaitu menilai Capital (Permodalan), Asset Quality (Kualitas Aset), Management (Manajemen), Earnings (Rentabilitas), Liquidity (Likuiditas) dan Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap Risiko Pasar).

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan pada Bank DKI Syariah dengan menggunakan metode CAMELS.

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini bagi berbagai pihak adalah untuk menambah pengetahuan khususnya tentang penilaian tingkat kesehatan bank. Bagi bank penelitian ini dapat menambah masukan untuk lebih memperbaiki kinerja sehingga meminimalkan potensi kegagalan suatu bank. Bagi masyarakat selaku nasabah penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih bank yang dituju. Bagi Bank Indonesia sebagai pengawas bank umum penelitian ini dapat digunakan untuk pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan kelangsungan usaha perbankan.

Metodologi Penulisan

Obyek penelitian

Nama : PT Bank DKI Unit Syariah

Alamat : Jl. Panglima Polim No.27 Kebayoran Baru

Jakarta Selatan 12130

Telepon : (021) 7279 3136

Faksimile : (021) 7233 142

Situs web : www.dkisyariah.co.id

Tanggal berdiri : 11 Desember 2003

Tanggal Beroperasi : 16 Maret 2004

Jenis Usaha : Perbankan

Modal Dasar : Rp. 2.000.000.000

Jumlah Kantor : 2 Kantor Cabang dan 3 Kantor Cabang Pembantu, 2 Kantor Kas dan 36 Kantor Pelayanan Syariah.

Data/Variabel

Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan data-data yang dibutuuhkan dari laporan keuangan Bank DKI Syariah yang terdiri dari laporan neraca, laporan kualitas aktiva produktif dan laporan laba rugi pada tahun 2009.

Metode pengumpulan data/variabel

Untuk mendapatkan data-data yang akan digunakan dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah mencari dan menelaah referensi yang berasal dari buku-buku, internet, catatan-catatan materi maupun penulisan ilmiah lainnya yang dapat membantu penulis dalam menyusun penulisan ilmiah ini.

Alat analisis yang digunakan

1. Capital (Permodalan)

* Capital Adequency Ratio (CAR)



1. Asset (Kualitas Aktiva Produktif)

* Bad Debt Ratio (BDR)



* Cadangan Aktiva yang Diklasifikasi (CAD)



1. Management (Manajemen)

Berisikan 100 pertanyaan dari Bank Indonesia.


1. Earning (Rentabilitas)

* Return On Assets (ROA)

* Badan Operasional terhadap Pendapatan Operasional



1. Liquidity (Likuiditas)

* Loan to Deposit Ratio



1. Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap Risiko Pasar)
1. Potensial Loss Suku Bunga

1. Potensial Loss Nilai Tukar



LANDASAN MASALAH

Kerangka Teori

Definisi Bank

Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya. Jika di tinjau dari asal mula terjadinya bank, maka pengertian bank adalah meja atau tempat untuk menukarkan uang.

Kemudian pengertian bank menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat iopdalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan utama, yaitu:

1. Menghimpun dana
2. Menyalurkan dana
3. Memberikan jasa bank lainnya

Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok perbankan, sedangkan kegiatan memberikan jasa-jasa bank lainnya hanyalah merupakan pendukung dari kedua kegiatan diatas.

Jenis-jenis Bank

1. Dilihat dari Segi Fungsinya

Dalam Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya Undang-Undang RI Nomor 10 tahun 1998, maka jenis perbankan terdiri dari dua jenis bank yaitu:

1. Bank Umum

Pengertian bank umum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lampu lalu lintas pembayaran. Bank umum sering disebut juga bank komersil (commercial bank).

1. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Pengertian BPR menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

1. Dilihat dari Segi Kepemilikannya
1. Bank milik pemerintah

Dimana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya antara lain: Bank Negara Indonesia 46 (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri.

1. Bank milik swasta nasional

Merupakan bank yang seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungan diambil oleh swasta pula. Contonya antara lain: Bank Bumi Putera, Bank Bukopin, Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank Lippo, Bank Muamalat dan bank swasta lainnya.

1. Bank milik asing

Merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing suatu negara. Contohnya antara lain: ABN AMRO Bank, American Express Bank, Bank of America, Bangkok Bank, Bank of Tokyo, City Bank, Chase Manhattan Bank, Deutsche Bank, European Asian Bank, Hongkong Bank, Standard Chartered Bank, Bank Asing lainnya.

1. Bank milik campuran

Merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Dimana kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia. Contohnya antara lain: Bank finconesia, Bank Merincorp, Bank PDFCI, Bank Sakura Swadarma dan Bank Campuran lainnya.

1. Dilihat dari Segi Statusnya
1. Bank devisa

Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travelers cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit (L/C), dan transaksi luar negeri lainnya.

1. Bank non devisa

Merupakan bank yang belum mempunyaiizin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.

1. Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga

Jenis bank jika dilihat dari segi atau caranya dalam menentukan harga baik harga jual maupun harga beli terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional

Dalam mencari keuntungan dan menentukan harga kepada para nasabahnya bank yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan dua metode, yaitu:

1. Menetapkan bunga sebagai harga jual, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito. Demikian pula harga beli untuk produk pinjamannya (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga tertentu. Penentuan harga ini dikenal dengan istilah spread based.
2. Untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan konvensional menggunakan atau menerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu seperti biaya administrasi biaya provisi, sewa, iuran dan biaya-biaya lainnya. System ini dikenal dengan istilah fee based.
3. Bank yang berdasarkan prinsip syariah

Bank berdasarkan prinsip syariah menerapkan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain baik dalam hal untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan lainnya. Penentuan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah dengan cara:

1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah)
2. Penbiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah)
3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah)
4. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
5. Atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bankoleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Bank berdasarkan prinsip syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu.

Definisi Laporan Keuangan

Laporan keuangan yaitu laporan semua kegiatan keuangan selama periode tertentu. Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan perusahaan, baik kepada pemilik, manajemen, maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut.

Laporan keuangan bank menunjukkan kondisi keuangan bank secara keseluruhan. Dari laporan ini akan terbaca bagaimana kondisi bank yang sesungguhnya, termasuk kelemahan dan kekuatan yang dimiliki. Laporan ini juga menunjukkan kinerja manajemen bank selama selama satu periode. Keuntungan dengan membaca laporan ini pihak manajemen dapat memperbaiki kelemahan yang ada serta mempertahankan kekuatan yang dimilikinya.

Jenis-jenis laporan keuangan:

1. Neraca
2. Laporan komitmen dan kontinjensi
3. Laporan laba rugi
4. Laporan arus kas
5. Catatan atas laporan keuangan
6. Laporan keuangan gabungan dan konsolidasi

Penilaian Kesehatan Bank

Penilaian untuk menentukan kondisi suatu bank dilakukan dengan menggunakan analisis CAMELS, yaitu sebagai berikut:

1. Capital (Permodalan)

Salah satu cara penilaian adalah dengan metode CAR (capital Adequacy Ratio), yaitu dengan cara membandingkan modal terhadap aktiva tertimbangmenurut risiko (ATMR).

1. Asset (Kualitas Aset)

Penilaian didasarkan kepada kualitas aktiva yang dimiliki bank. Rasio yang diukur ada dua macam, yaitu:

1. Rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.
2. Rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan.
3. Management (Manajemen)

Kualitas manajemen dapat dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja. Kualitas manajemen juga dilihat dari segi pendidikan dan pengalaman karyawannyadalam menangani berbagai kasus yang terjadi. Dalam aspek ini, yang dinilai adalah manajemen permodalan, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas. Penilaian kesehatan di bidang manajemen sekarang hanya didasarkan pada 100 aspek saja.

1. Earning (Rentabilitas)

Penilaian didasarkan pada rentabilitas suatu bank yang dilihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba. Penilaian dalam unsur ini didasarkan kepada dua macam, yaitu:

1. Rasio laba terdapat total asset (Return On Assets)
2. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO)
3. Liquidity (Likuiditas)

Penilaian likuiditas didasarkan kepada dua macam rasio, yaitu:

1. Rasio jumlah kewajiban bersih call money terhadap aktivitas lancar.
2. Rasio antara kredit terhadap dana yang diterima oleh bank.
3. Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap risisko Pasar)

Aspek ini mulai diberlakukan oleh Bank Indonesia sejak bulan Mei tahun 2004. Sensitivitas terhadap risiko ini penting agar tujuan memperoleh laba dapat tercapai dan pada akhirnya kesehatan bank juga terjamin. Risiko yang dihadapi terdiri dari risiko lingkungan, risiko manajemen, risiko penyerahan dan risiko keuangan.

Kajian Penelitian Sejenis

Dalam penulisan ilmiah ini penulis melakukan beberapa kajian terhadap beberapa penelitian yang telah dilakukan, dimana penelitian tersebut memiliki topik yang sama dengan topik yang sedang diteliti oleh penulis, yaitu “Analisis tingkat kesehatan pada PT.BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk dengan menggunakan metode Camel” yang ditulis oleh Ayu Kartika (20206158) tahun 2009. Dalam penulisannya ia ingin menganalisis tingkat kesehatan pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan menggunakan metode CAMEL dan data yang ia gunakan yaitu data periode laporan keuangan tahun 2005-2007. Hasil perhitungannya sebagai berikut:

Hasil Kinerja Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Periode 2005-2007
Alat analisis Tahun 2005 (%) Tahun2006 (%) Tahun 2007 (%)
CAR 15.36 16.09 18.90
BDR 2.53 2.72 1.96
CAD 176.62 155.96 161.14
Kuesioner 93.25 94.75 97.75
ROA 4.57 3.81 3.82
BOPO 68.22 66.19 62.03
LDR 77.83 72.53 68.80
Call Money 18.5 17.97 25.6

Setelah menganalisis tingkat kesehatan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2005-2007, berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.30/2/UPPB tanggal 30 April 1997 yang mengatur tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank data tabel diatas yang merupakan perhitungan tiap-tiap komponen CAMEL, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendapat predikat sehat.

Alat Analisis

Dalam penulisan ini, alat analisis yang digunakan antara lain:

v Capital (C)

* Capital Adequacy Ratio (CAR)

v Asset (A)

* Bad Debt Ratio (BDR)
* Cadangan Aktiva yang Diklasifikasikan (CAD)

v Management (M)

Berisikan 100 pertanyaan tentang manajemen bank tersebut.

v Earning (E)

* Return On Assets (ROA)
* Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

v Liquidity (L)

* Loan to deposit Ratio (LDR)
* Call Money

Menurut Surat Edaran Bank Indonesia No.30/2/UPPB tanggal 30 April 1997, beberapa pelaksanaan yang mempengaruhi Tingkat Kesehatan adalah:

1. Kredit Eksport (KE) dan Kredit Usaha Kecil (KUK)

Pelanggaran tidak dikaitkan dengan Tingkat Kesehatan.

1. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

* Bila tidak melanggar tidak ada Nilai Kredit (NK)
* Pelanggaran dikenakan pengurangan Nilai Kredit (NK) 5, ditambah
* Setiap pelanggaran 1% Nilai Kredit (NK) dikurangi lagi 0,05, maksimum 10 Nilai Kredit (NK).

1. Posisi Devisa Netto (PDN)

* Bila tidak melanggar tidak ada NK.
* Setiap pelanggaran 15 Nilai Kredit (NK) dikurangi 0,05, maksimum 5 Nilai Kredit (NK).

Selain ketentuan diatas, masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Tingkat Kesehatan Bank, yaitu:

1. Perselisihan intern yang diperkirakan akan menimbulkan kesulitan dalam bank yang bersangkutan.
2. Campur tangan pihak-pihak diluar bank dalam kepengurusan (manajemen) bank, termasuk di dalamnya kerjasama yang tidak wajar yang mengakibatkan salah satu atau beberapa kantornya berdiri sendiri.
3. “Window Dressing” dalam pembuktuan dan atau laporan bank yang secara materiil dapat berpengaruh terhadap keadaan keuangan bank sehingga mengakibatkan penilaian yang keliru terhadap bank.
4. Praktek “bank dalam bank” atau melakukan usaha bank di luar pembukuan bank.
5. Kesulitan keuangan yang mengakibatkan penghentian sementara atau pengunduran diri dari keikutsertaan dalam kliring.
6. Praktek perbankan lain yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank dan menurunkan kesehatan bank.

METODOLOGI PENELITIAN

Obyek penelitian

Nama : PT Bank DKI Unit Syariah

Alamat : Jl. Panglima Polim No.27 Kebayoran Baru

Jakarta Selatan 12130

Telepon : (021) 7279 3136

Faksimile : (021) 7233 142

Situs web : www.dkisyariah.co.id

Tanggal berdiri : 11 Desember 2003

Tanggal Beroperasi : 16 Maret 2004

Jenis Usaha : Perbankan

Modal Dasar : Rp. 2.000.000.000

Jumlah Kantor : 2 kantor cabang 3 kantor cabang pembantu,

2 kantor kas dan 36 kantor pelayanan syariah
Visi dan Misi Bank DKI Syariah

Visi

Visi Menjadi Bank Terbaik yang:

* Memiliki kinerja terbaik diantara bank sekelasnya (Menurut kriteria Pemodalan API)
* Menjadi bank jangkar yang terbaik

Yang Membanggakan :

* Memiliki kinerja dan reputasi yang baik dan menjadi pilihan utama nasabah dan stakeholder lainnya

• Memberikan deviden dan kontribusi yang tinggi kepada Pemerintah provinsi DKI

• Karyawan memiliki jalur karir yang jelas dan kesejahteraan yang baik.

Misi

Bank berkinerja unggul, mitra strategis dunia usaha, masyarakat dan andalan Pemprov. DKI yang memberi nilai tambah bagi stakeholder melalui pelayan terpadu dan profesional
Struktur Organisasi Bank DKI Syariah

Struktur Organisasi Bank DKI dapat dilihat pada gambar 3-1 yang bersumber dari PT. DKI Tbk.

Sejarah

Tahun 2002 Bank DKI mempersiapkan izin usaha Syariah, mulai dari menyiapkan sumber daya manusia, studi kelayakan, pengkajian dan workshop bank syariah, hingga membentuk Dewan Pengawas Syariah. Hingga keluarnya surat dari Bank Indonesia mengenai ijin prinsip nomor 5/193/DPbs tanggal 11 Desember 2003 serta ijin operasional pembukaan cabang di JL Wahid Hasyim sesuai surat nomor 6/371/DPbs tanggal 8 Maret 2004, yang diresmikan pada tanggal 16 Maret 2004 oleh Gubernur DKI Jakarta Bpk. H. Sutiyoso.

Pembukaan Bank DKI Unit Syariah merupakan konsekuensi logis dalam merespon perkembangan perbankan di tanah air. Dengan bantuan modal kerja dari Bank DKI Kantor Pusat pada saat dibentuknya unit usaha syariah sebesar Rp. 2 miliar.

Adapun perkembangan kinerja Bank DKI Syariah per 31 Maret 2009 sebagai berikut:

1. Aset sebesar 662.08 milyar rupiah
2. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga 192.2 milyar rupiah
3. Penyaluran Pembiayaan 630.7 milyar rupiah
4. Laba 8.9 milyar rupiah

Berbagai macam produk & jasa keuangan syariah telah tersedia lengkap di seluruh jaringan kantor Bank DKI Syariah yang berada di sekitar Jabodetabek, tak terkecuali Kantor Cabang Pembantu Syariah Bekasi. Misalnya, tabungan iB Simpeda, tabungan ib Taharoh, Giro iB, Deposito iB Pembiayaan iB sampai pada layanan jasa keuangan syariah seperti transfer, RTGS, pembayaran tagihan bulanan (Pam/Palyja, Telkom, dll), pembelian pulsa handphone dan lain sebagainya.

Data / variabel yang digunakan

Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan data-data yang dibutuhkan dari laporan keuangan PT.DKI SYARIAH yaitu:

1. Laporan Neraca
2. Laporan Kualitas Aktiva Produktif
3. Laporan laba-Rugi
4. Perhitungan Kewajiban Modal Minimum pada Tahun 2009
5. Gambaran Umum Perusahaan

Metode pengumpulan data / variabel

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan dua metode pengumpulan data sebagai pendukung terhadap penelitian yang dilakukan yaitu:

1. Penelitian Lapangan (Field Research)

Dilakukan dengan melakukan peninjauan secara langsung ke perusahaan yang bersangkutan sebagai objek penelitian guna mendapatkan data yang diperlukan, dengan cara:

1. Dokumentasi

Yaitu dengan cara mendatangi langsung perusahaan yang menjadi objek penelitian dan mencatat data-data yang berhubungan dengan pembuatan penulisan ini.

1. Kuesioner

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden sebagai sampel yang dalam hal ini adalah karyawan PT.DKI SYARIAH untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan ini.

1. Penelitian Perpustakaan (Library Research)

Dilakukan dengan cara membaca literature, mendalami serta memahami hal-hal yang berhubungan dengan analisis CAMELS untuk dasar pengukuran tingkat kesehatan PT.DKI SYARIAH tahun 2009.

2.1Analisis yang digunakan

1. Capital (Permodalan)

* Capital Adequency Ratio (CAR)



1. Asset (Kualitas Aktiva Produktif)

* Bad Debt Ratio (BDR)



* Cadangan Aktiva yang Diklasifikasi (CAD)



1. Management (Manajemen)

10. Earning (Rentabilitas)

* Return On Assets (ROA)

* Badan Operasional terhadap Pendapatan Operasional



11. Liquidity (Likuiditas)

* Loan to Deposit Ratio



12. Sensitivity to Market Risk (Sensitivitas terhadap Risiko Pasar)

1. Potensial Loss Suku Bunga

1. Potensial Loss Nilai Tukar

1 komentar:

  1. Untuk tambahan informasi terkait postingan di atas bisa juga lihat di link : http://pena.gunadarma.ac.id/penilaian-kesehatan-bank-rgec-risk-profile-2/

    BalasHapus